Manual mode adalah pilihan yang bagus bila anda ingin mengendalikan Dof dan motion blur karena anda lah yang mengatur besar apertur dan shutter speed. Hal ini dapat membingungkan pada saat pertama kali menggunakannya, oleh karena itu kami menyusun daftar singkat ini untuk membantu anda.
+ Carilah eksposur yang seimbang
Ketika menggunakan manual mode untuk pertama kali, ada kecenderungan untuk mengatur apertur pada bukaan terkecil agar dapat Dof yang luas, juga mempercepat shutter speed untuk membekukan pergerakan.
Sementara hal ini dapat berguna pada beberapa situasi, anda akan menghasilkan gambar yang begitu-begitu saja penampilannya, selain itu bila kondisi pencahayaan tidak cukup maka anda harus menaikan ISO yang menyebabkan timbulnya banyak noise di gambar anda.
Alih-alih, teliti lagilah tentang seberapa besar area yang ingin anda tampilkan tajam dan seberapa cepat shutter speed yang dibutuhkan untuk mendapatkakan hasil yang tajam atau mencegah dari shake pada kamera. Hal ini dapat memungkinkan anda untuk menggunakan ISO yang tidak terlalu tinggi.
+ Perhatikanlah eksposur level
Meski dinamakan manual mode, tidak semuanya menjadi manual terutama dalam masalah mengatur eksposur. Kamera anda memiliki eksposur level yang akan memandu anda. Fitur ini tampil dalam bentuk yang beragam, namun umum nya menunjukkan jangkauan yang mencakup 2 hingga 3 stop di atas dan di bawah apa yang kamera yakini sebagai eksposur yang tepat.
Bila nilai apertur, shutter speed, dan ISO diatur untuk menghasilkan eksposur yang berada diluar jangkauan kamera, biasanya ada peringatan tertentu. Contohnya saja, bila kamera mengindikasikan bahwa scene akan undereksposur (biasanya ditunjukan dengan panah yang berada di bawah tanda minus) anda perlu membuka apertur lebih lebar, menaikan waktu eksposur, ataupun menaikan ISO (atau gabungan dari ketiganya) untuk mengembalikan eksposur pada nilai yang dapat dijangkau kamera.
+ Kendalikan nilai ISO
Ada tiga elemen untuk mengontrol eksposur yaitu shutter speed, apertur, dan ISO. Pada kondisi pencahayaan yang berubah-ubah ada baiknya untuk mengatur nilai ISO ke otomatis sehingga kamera dapat mengatur nilai yang sesuai dan anda tetap dapat menggunakan nilai apertur dan shutter speed yang konstan.
Namun, kamera akan mengatur nilai ISO untuk mendapatkan eksposur yang benar menurut kamera. Bila anda menginginkan gambar yang terlihat lebih terang ataupun lebih gelap, maka anda harus mengatur nilai ISO nya sendiri.
Ketika anda menggunakan nilai otomatis pada ISO, cobalah periksa pengaturan pada kamera anda apakah terdapat pengaturan untuk membatasi ISO maksimal sehingga memungkinkan anda untuk terhindar dari nilai ISO yang menghasilkan banyak noise di gambar.
+ Sesuaikan pengaturan bila tingkat pencahayaan berubah
Ketika anda mengatur nilai apertur, shutter speed, dan ISO secara manual maka anda perlu untuk memperhatikan bagaimana pencahayaan berubah seiring waktu dan menyesuaikan pengaturan kamera sedemikian rupa. Perhatikan eksposur level pada kamera anda karena ini akan memberikan petunjuk seberapa besar perubahan pencahayaan pada scene sehingga anda dapat merubah pengaturan sesuai yang dibutuhkan.
- Jangan melupakan tingkat kecerahan dari subjek
Ketika anda memotret subjek yang sangat terang ataupun sangat gelap menggunakan mode otomatis ataupun semi otomatis, anda dapat menggunakan kendali eksposur kompensasi untuk memastikan bahwa anda menggunakan nilai eksposur yang benar. Namun ketika anda memotret menggunakan manual mode, maka anda harus mengatur eksposur sendiri.
Pada subjek yang sangat cerah, anda perlu mengatur nilai eksposur yang akan menggeserkan indikator ke sisi positif. Sedangkan bila subjek anda sangat gelap, maka aturlah nilai eksposur hingga indikator menunjuk ke sisi negatif.
- Jangan hanya menggunakan metering Evaluative/Matrix/Multi-pattern
Seni dari manual mode adalah anda memiliki kendali penuh akan tingkat kecerahan dari gambar yang dihasilkan dan biasanya cukup membantu untuk menggunakan metering centre-weighted ataupun spot daripada menggunakan evaluativ, matrix atau multi-patern.
Mode metering Spot biasanya sangat berguna karena memungkinkan anda untuk mengukur eksposur yang dibutuhkan pada bagian kecil dari scene. Dengan mode metering spot pada subjek, tekan separuh tombol shutter untuk mengaktifkan pengukur eksposur dan aturlah nilai eksposur hingga indikator menunjukkan posisi yang tepat.
- Jangan terikat pada eksposur meter dikamera
Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, bila subjek anda lebih terang atau lebih gelap dari sekitarnya, maka anda perlu mengatur eksposur yang sesuai dan ini berarti nilai pengaturan yang anda buat akan dianggap salah oleh kamera - indikator berada disisi positif atau negatif.
Sama juga bila anda ingin membuat gambar anda lebih terang atau lebih gelap dari yang sebenarnya, aturlah nilai eksposur hingga indikator menunjukan nilai yang dibutuhkan.
Lihat juga :





No comments:
Post a Comment