Tuesday, August 4, 2015

5 masalah pada lensa yang biasa ditemui - dan cara mengatasinya

Masalah Pertama : Lens Flare

Sumber Foto
Masalahnya : Apabila dalam frame foto anda terdapat sumber cahaya yang kuat, bisa dipastikan gambar yang dihasilkan akan berkontras rendah dan akan muncul titik-titik cahaya berbentuk poligonal.

Solusinya : Bila memungkinkan, jagalah agar elemen terdepan lensa selalu bersih dan gunakanlah lens hood. Bila tidak punya bagaimana? Gunakan tangan anda atau kertas atau apapun yang bisa anda gunakan untuk menutupi bagian atas depan lensa anda, fungsinya sama seperti ketika anda memakai topi kala matahari sedang terik, untuk mengurangi silau.

Sisi Positif : Tidak semua Lens Flare itu buruk, bila di "manfaatkan" dengan baik justru akan menambah nilai artistik dalam foto. Contohnya saja, banyak aplikasi editor foto yang  memiliki fitur untuk menambahkan efek Lens Flare di foto anda.


Masalah Kedua : Vignet

Sumber Foto
Masalahnya : Vignet ini adalah karakteristik dari lensa yang menyebabkan sisi-sisi pada frame menjadi lebih gelap. Biasanya akan terlihat apabila anda memotret langit cerah.
Masalah ini biasanya ditemui pada lensa-lensa lebar pada apertur lebar, meski masalah ini hanya muncul ketika anda menggunakan kamera DSLR full frame, karena kamera ini memanfaatkan diameter lensa secara penuh.

Solusinya : Bila anda menyadari difoto anda ada sisi-sisi gelap, cobalah untuk sedikit di zoom atau atur apertur ke yang lebih sempit - biasanya satu atau dua stop sudah cukup untuk menghilangkan vignet. Alternatif lainnya, bisa menggunakan software pengolah foto seperti Photoshop atau Lightroom dan beberapa software lainnya.

Sisi Positif : Seperti halnya Lens Flare, Vignet bisa menambah kesan artistik suatu foto bila digunakan dengan tepat, contohnya foto-foto yang diseting untuk berkesan jadul.


Masalah Ketiga : Converging Vertical

Image by Chris Warren 
Masalahnya : Biasanya anda akan melihat ini ketika anda memotret bangunan dengan angle dari bawah keatas dengan menggunakan lensa lebar yang standar. Memiringkan lensa akan menghasilkan efek distorsi persfektif yang menyebabkan bagian atas bangunan vertikal seolah-seolah menjorok ke tengah frame.

Solusinya : Bila budget bukan masalah anda, lensa tilt-shift adalah pilihan yang terbaik, namun bila anda fotograper berbudget cekak seperti saya, maka Photoshop adalah teman terbaik untuk memperbaiki masalah ini.

Masalah Keempat : Barrel Distortion

Sumber Foto
Masalahnya : Bila anda pernah melihat ada foto bangunan yang seolah-olah terlihat cembung, yang bagian tengahnya terlihat lebih besar dari aslinya, itulah yang dinamakan Barrel Distortion. Biasanya dialami oleh lensa-lensa lebar.

Solusinya : Daripada anda bediri dekat dengan subjek dan menggunakan focal length terlebar dari lensa anda, lebih baik anda mundur sedikit dan melakukan zoom. Anda juga bisa memperbaiki masalah ini menggunakan Photoshop.

Sisi Positif : Efek lensa seperti ini justru sangat digandrungi anak-anak muda zaman sekarang, semakin cembung foto yang dihasilkan semakin kekinian kata mereka.

Masalah Kelima : Diffraction

Sumber Foto
Masalahnya : Bila anda sudah punya teknik yang bagus namun foto yang dihasilkan masih saja terasa soft, itu bisa saja karena difraksi lensa. Hal itu disebabkan karena penggunaan aperture yang sangat kecil untuk mendapatkan Dof yang lebar, namun menghasilkan gambar yang agak soft.

Solusinya : Cukup sederhana sebenarnya, bila memungkinkan, hindari penggunaan apertur terkecil dilensa anda - seperti f/22 atau f/29 atau lebih kecil. Banyak fotografer landscape profesional hanya menggunakan aperture f/16 karena alasan ini.












(original article by Jeff Meyer/DigitalCameraWorld)

No comments:

Post a Comment