Masalah Pertama : Lens Flare
![]() |
| Sumber Foto |
Solusinya : Bila memungkinkan, jagalah agar elemen terdepan lensa selalu bersih dan gunakanlah lens hood. Bila tidak punya bagaimana? Gunakan tangan anda atau kertas atau apapun yang bisa anda gunakan untuk menutupi bagian atas depan lensa anda, fungsinya sama seperti ketika anda memakai topi kala matahari sedang terik, untuk mengurangi silau.
Sisi Positif : Tidak semua Lens Flare itu buruk, bila di "manfaatkan" dengan baik justru akan menambah nilai artistik dalam foto. Contohnya saja, banyak aplikasi editor foto yang memiliki fitur untuk menambahkan efek Lens Flare di foto anda.
Masalah Kedua : Vignet
![]() |
| Sumber Foto |
Masalah ini biasanya ditemui pada lensa-lensa lebar pada apertur lebar, meski masalah ini hanya muncul ketika anda menggunakan kamera DSLR full frame, karena kamera ini memanfaatkan diameter lensa secara penuh.
Solusinya : Bila anda menyadari difoto anda ada sisi-sisi gelap, cobalah untuk sedikit di zoom atau atur apertur ke yang lebih sempit - biasanya satu atau dua stop sudah cukup untuk menghilangkan vignet. Alternatif lainnya, bisa menggunakan software pengolah foto seperti Photoshop atau Lightroom dan beberapa software lainnya.
Sisi Positif : Seperti halnya Lens Flare, Vignet bisa menambah kesan artistik suatu foto bila digunakan dengan tepat, contohnya foto-foto yang diseting untuk berkesan jadul.
Masalah Ketiga : Converging Vertical
![]() |
| Image by Chris Warren |
Solusinya : Bila budget bukan masalah anda, lensa tilt-shift adalah pilihan yang terbaik, namun bila anda fotograper berbudget cekak seperti saya, maka Photoshop adalah teman terbaik untuk memperbaiki masalah ini.
Masalah Keempat : Barrel Distortion
![]() |
| Sumber Foto |
Solusinya : Daripada anda bediri dekat dengan subjek dan menggunakan focal length terlebar dari lensa anda, lebih baik anda mundur sedikit dan melakukan zoom. Anda juga bisa memperbaiki masalah ini menggunakan Photoshop.
Sisi Positif : Efek lensa seperti ini justru sangat digandrungi anak-anak muda zaman sekarang, semakin cembung foto yang dihasilkan semakin kekinian kata mereka.
Masalah Kelima : Diffraction
![]() |
| Sumber Foto |
Solusinya : Cukup sederhana sebenarnya, bila memungkinkan, hindari penggunaan apertur terkecil dilensa anda - seperti f/22 atau f/29 atau lebih kecil. Banyak fotografer landscape profesional hanya menggunakan aperture f/16 karena alasan ini.
(original article by Jeff Meyer/DigitalCameraWorld)
(original article by Jeff Meyer/DigitalCameraWorld)





No comments:
Post a Comment