Saturday, August 15, 2015

10 Tips fotograpi tingkat pro

Meskipun cukup mudah untuk memahami kontrol dasar DSLR dan teknik-teknik dasar fotograpi, namun ada beberapa skill dan teknik yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman. Butuh waktu bertahun-tahun bagi seorang fotograper untuk meningkatkan tekniknya, dan tidak semua profesional mau membocorkan teknik nya pada orang lain.

Namun, pada artikel ini akan dibahas 10 tips yang dapat membantu meningkatkan skill anda.

01. Gunakan full stop ISO

Biasanya anda meningkatkan ISO untuk memperoleh shutter speed yang lebih cepat untuk mendapatkan gambar yang lebih tajam atau untuk menggunakan apertur yang lebih kecil, ataupun keduanya.

DLSR menyediakan kendali untuk apertur dan shutter speed pada 1/3 atau 1/2 stop. Beberapa kamera juga menediakan pilihan ini untuk mengatur ISO dengan tingkatan yang sama, namun hal ini tidak selalu diperlukan. Ketika anda ingin mengatur ISO dan menaikkan shutter speed atau apertur anda tentu ingin melakukannya dengan cepat. Menaikkan ISO dengan tingkatan yang kecil akan memperlambat anda.

Kamera digital pemula biasanya memungkinkan anda untuk mengatur ISO pada tingkatan full stop secara default, sementara kamera yang lebih canggih memungkinkan anda untuk mengaktifkan fitur ini melalui menu custom function. Ketika anda ingin gerak cepat, sangat berguna untuk mengaktifkan pilihan ini - ketika anda mengganti ISO, anda akan melihat setiap klik akan merubah ISO dalam tingkatan full stop. 

02. Ingat-ingat dengan angka "tiga" ketika hunting

Angka tiga adalah angka yang ajaib bila bersangkutan dengan fotograpi. Ketika menkomposisi foto, anda menempatkan subjek pada sepertiga frame foto untuk mendapatkan gambar yang seimbang. Anda kadang akan melihat gambar yang yang terdiri dari tiga orang ataupun tiga warna akan terlihat lebih menarik daripada gambar yang hanya terdiri dari dua warna atau lebih.

Memotret tiga frame sekaligus menggunakan mode kontinyu di kamera biasanya akan menghasilkan gambar yang lebih baik daripada hanya satu frame. Tidak hanya karena meningkatkan kemungkinan mendapatkan momen yang cepat, teknik ini juga akan memberikan kesempatan untuk mendapatkan setidaknya satu gambar yang tajam ketika memotret handheld.
Alasan untuk melakukan hal ini adalah ketika anda menekan dan melepas tombol shutter akan terjadi gerakan pada kamera sehingga menghasilkan gambar yang soft, jadi gambar yang ditengah sekuen akan lebih tajam.

Akhirnya, cobalah untuk mengambil tiga gambar ketika anda melakukan komposisi. Ambil gambar pada wide, medium, dan close-up adalah cara yang klasik untuk memperoleh keseluruhan angle yang ada, dan biasanya teknik ini berguna ketika anda mengambil video, jadi anda punya lebih banyak pilihan ketika akan mengedit klip nya.


03. Selalu bawa filter

Filter adalah aksesoris yang hanya perlu anda beli sekali atau dua kali saja, jadi sangat layak untuk membeli yang terbaik.
Menggunakan filter yang bertipe slot seperti Cokin dapat memberikan fleksibilitas yang lebih baik daripada menggunakan filter bulat/circular.

Filter slot yang berbentuk kotak dapat lebih mudah digunakan daripada yang bulat ketika menggunakan filter ND grad, selain itu anda dapat dengan mudah mengaptasikan filternya pada lensa-lensa anda yang lain menggunakan adapter lensa.

Ada beberapa kunci yang perlu diperhatikan ketika menggunakan filter kotak ini. Pertama adalah pastikan anda menggunakan filter pada slot yang paling dekat dengan elemen depan lensa, bila tidak refleksi dari belakang filter akan terekam pada gambar yang diambil. Selalu gunakan filter pada slot terdekat dengan lensa meskipun anda menggunakan banyak filter. Yang kedua adalah perhatikan apakah sisi holder filter terlihat ketika anda menggunakan lensa ultra wide. Ring adapter khusus lensa wide angle dapat membantu mengatasi masalah ini.


04. Lepaskan filter UV saat hunting di malam hari

Ketika anda hunting malam hari, lepaskan saja filter UV dari lensa anda. Bila tidak, foto yang anda hasilkan akan dipenuhi dengan halo dan flare dari sumber cahaya. Dan masalah ini akan lebih parah ketika anda memotret perkotaan saat malam.
Lebih baik anda memasangkan lens hood untuk melindungi elemen depan lensa anda - hood ini juga akan mengurangi resiko dari flare.


05. Tutupi viewfinder

Ketika anda memotret long eksposur menggunakan filter ND, atau menggunakan self timer atau menggunakan remot, tutuplah viewfinder kamera anda. Bila tidak, ada kemungkinan cahaya akan masuk lewat viewfinder dan mempengaruhi eksposur. Pada contoh yang buruk - biasanya ketika menggunakan ND filter 10stop - ada akan menghasilkan gambar yang memiliki efek ghostly glow di tengah-tengah frame. Hal ini dapat terjadi meskipun anda memotret dengan live view.

Kamera kelas atas memiliki peutup viewfinder build-in, namun banyak DSLR memiliki penutup viewfinder yang dapat dipasang di strap kamera dan dapat di pasangkan ke viewfinder dengan melepas eye cup terlebih dahulu.

Menutup viewfinder dengan tangan atau kain adalah cara termudah dan murah.

06. Dapatkan histogram yang akurat

Meski anda memilih kualitas Raw, gambar preview, histogram dan peringatan overeksposur yang anda lihat dikamera adalah berdasarkan dari bersi JPG gambarnya.
File Raw juga memiliki dynamic range yang lebih luas daripada JPG, Raw menyimpan informasi lebih banyak sehingga dapat menyelamatkan area shadow dan highlight ketika anda memproses nya.

Karena histogram dan peringatan highlight yang anda lihat bukan lah cerminan asli dari eksposur file Raw, anda dapat berakhir dengan mendapatkan gambar yang under eksposur, meski anda dapat menerangkannya nanti, akan lebih baik bila anda mendapatkan eksposur yang pas dari kamera langsung.

Untuk mendapatkan cerminan yang akurat dari apa yang diambil, gantilah Picure Style/Picture Control ke pilihan yang low kontras seperti Neutral atau Flat karena akan menunjukan dynamic range yang sesuai dari gambar yang diambil.


07. Memotret lebih lebar dari biasanya

Bila anda berencana untuk mengaplikasikan lens correction ketika anda mengedit foto, maka cobalah untuk membingkai jepretan anda lebih lebar dari yang anda inginkan.
Hal ini karena mengedit foto menggunakan fitur lens correction di Photoshop dan editor lain berarti foto anda akan dicrop atau mulai terlihat lebih sempit.
Ini biasanya terjadi bila anda menggunakan lensa super lebar, dimana proses "stretching" dan "squeezing" yang terjadi ketika melakukan koreksi dapat lebih ektrim daripada ketika menggunakan lensa standar atau tele, menghasilkan gambar yang jadi tidak selebar hasil awalnya.


08. Vignet juga bisa memperbagus foto

Mengaplikasikan lens correction, menghilangkan chromatic aberration dan mengurangi vignet telah menjadi bagian dalam mengedit foto. Sementara dua hal pertama tersebut adalah hal mendasar untuk meningkatkan kualitas foto, namun vignet dapat menambah cita rasa tersendiri dalam foto.

Ada beberapa kasus dimana vignet dapat bermanfaat. Vignet dapat membantu anda untuk memastikan perhatian pemirsa foto anda ke tengah-tengah frame, dimana hal ini cocot untuk foto portrait dan still life.

Hanya saja, biasanya akan lebih baik bila menghilangkan terlebih dahulu vignet tidak sempurna bawaan lensa biasanya muncul saat menggunakan lensa dengan bukaan lebar kemudian menambahkan efek vignet bila diinginkan.

Alasannya adalah ketika anda melakukan croping pada gambar yang belum dihilangkan vignetnya sebelumnya, maka akan terlihat vignet yang tidak merata di sisi frame gambar. Namun bila anda menambahkan efek vignet setelah anda menghilangkan vignet bawaan lensa, maka anda akan mendapatkan vignet yang merata.


09. Gunakan AI Servo AF mode ketika melakukan zooming

Kebanyakan lensa zoom saat ini tidak memiliki fungsi pengunci fokus ketika di zoom. Ini berarti bila anda melakukan zoom untuk mendapatkan detail, kemudian melakukan zoom out ketika mengambil gambarnya, maka detail yang anda inginkan tajam sekarang akan menjadi blur.

Trik yang ampuh adalah dengan menggunakan AI Servo Af mode. Ini berarti kamera akan terus mengatur lensa ketika lensa di zoom in maupun di zoom out sehingga menghasilkan subjek yang tajam.


10. Matikanlah fitur peningkat kontras

Fitur peningkat kontras otomatis seperti Auto Lighting Optimizer pada Canon dan Active D-Lighting pada Nikon adalah fungsi yang bagus untuk mengangkat detail yang biasanya tersembunyi di area yang gelap.

Fitur ini bagus untuk digunakan ketika hari sedang cerah, ketika level kontras biasanya terlalu tinggi untuk direkam detail antara highlight dan shadownya. Namun ada saat nya ketika anda harus mematikan fitur ini.

Contohnya, ketika anda memilih untuk mengatur eksposur kompensasi ke nilai negatif untuk menggelapkan gambar, namun dengan ALO atau D-Lighting dalam kondisi aktif, foto yang dihasilkan akan tetap terlihat terlalu terang.

Pada situasi ini lah fitur ini lebih baik di nonaktifkan. Situasi yang sama ketika anda ingin mengendalikan kecerahan pada gambar secara penuh, seperti ketika menggunakan Auto Exposure Bracketing (AEB) atau mengambil HDR.


Lihat juga : 






No comments:

Post a Comment