9. Cara mengontrol tingkat saturasi warna
Kamera digital saat ini menawarkan fleksibilitas yang luar biasa. Tak perlu lagi repot-repot membawa dua bodi SLR dengan berbagai macam film, atau tak yang dipenuhi dengan filter warna untuk memperbaiki pergeseran warna diberbagai macam kondisi pencahayaan.
Saat ini anda dapat menambahkan warna, menghilangkan warna, melembutkannya, menguatkannya, memberikan nuansa dingin atau hangat - semua bisa dilakukan dalam waktu singkat hanya dengan menggunakan satu kamera saja.
Terlebih lagi, digital fotograpi dapat menambahkan dimensi ekstra. Sekarang fotograper dapat mengubah warna setelah anda mengambil foto dengan lebih cepat dan terkontrol ketimbang zaman dahulu.
Warna dari pencahayaan yang natural
White Balance Auto pada kamera digital di desain untuk mengatur nilai white balance secara otomatis terhadap berbagai perbedaan pencahayaan, warna, temperatur, untuk menghasilkan hasil yang mendekati aslinya. Namun bukan ini yang selalu anda inginkan.
Fotograper landscape, contohnya, akan lebih tertarik untuk menjaga keaslian warna dari pencahayaan yang tepat, karena hal itu biasanya yang dapat memberikan karakter dari pemandangan yang diambil.
Color Spaces
Setiap diskusi dari warna dan digital imaging akan membawa beberapa sebutan teknis yang asing oleh para fotograper film.
Salah satunya adalah 'Color spaces', yang akan menentukan bagaimana warna-warna pada kamera (atau scanner, printer, dan monitor) dihasilkan.
Para produsen mencoba untuk melakukan standarisasi dari 'color space' ini agar setiap perangkat digital anda dapat menghasilkan warna yang konsisten.
Banyak kamera digital dan printer desktop menggunakan 'color space' sRGB. Color space ini menghasilkan cakupan warna yang cukup luas untuk berbagai macam kebutuhan, dan keunggulannya adalah color space ini telah menjadi standar dari banyak perangkat.
Kamera, printer, scanner, juga memiliki 'profil warna' yang menentukan bagaimana perangkat tersebut menangani warna. Anda hanya perlu untuk mengetahui tentang profil warna tersebut bila anda berniat menggunakan software manajemen warna.
Temperatur Warna
Temperatur warna dapat diukur secara ilmiah menggunakan skala suhu yang ditandai dalam derajat Kelvin. Pencahayaan dapat bervariasi antara 2000 derajat kelvin (hangat/warm) dan 9500 derajat kelvin (dingin/cold).
Hal ini berasal dari fakta bahwa cahaya yang dipancarkan oleh benda-benda yang dipanaskan menghasilkan spektrum yang berubah-ubah seiring dengan meningkatnya temperatur.
Pencahayaan dengan temperatur rendah akan menghasilkan warna yang lebih hangat (merah atau kuning), sementara pencahayaan dengan temperatur lebih tinggi menghasilkan warna yang lebih dingin (lebih kebiruan).
Disinilah white balance pada kamera digital dirancang untuk mengkompensasi cahaya tersebut. Anda dapat memilih auto dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik, atau memilih preset secara manual agar dapat lebih cocok dengan kondisi pemotretan.
Beberapa kamera digital kelas atas menggunakan white balance dalam satuan kelvin, namun kebanyakan menggunakan nama yang sesuai dengan kondisi pemotretan seperti - Daylight, Tungsten, Shade, dll.
Mengatur hue/saturation
Saat matahari terbit atau terbenam, karakteristik cahaya yang dihasilkan biasanya cenderung dingin (kebiruan), sehingga dapat menghasilkan hasil foto low-light dengan atmosfir yang menakjubkan.
Sedangkan saat pagi hari atau sore hari, matahari cenderung menghasilkan warna yang lebih hangat. Bila anda ingin mendapatkan warna yang lebih natural, jangan biarkan kamera digital anda "memperbaiki"nya.
Banyak foto landscape diambil menggunakan pengaturan Daylight, karena ini memaksa kamera untuk menggunakan keseimbangan warna yang standar.
Sama halnya dengan sharpening, meningkatkan saturasi juga butuh kehati-hatian bila anda ingin terhindar dari gambar yang terlihat norak dan berlebihan.
Selective Saturation
Pada banyak scene, anda akan menemukan bahwa beberapa warna lebih tersaturasi daripada yang lain, terlebih pada warna merah dan hijau, jadi daripada menambah saturasi untuk seluruh gambar, ada baiknya anda hanya menambahkan saturasi pada warna-warna tertentu saja menggunakan kendali Hue/Saturation.
Meningkatkan seluruh tingkat saturasi pada gambar menggunakan kendali hue/saturation dapat menyebabkan beberapa warna menjadi over saturasi, seperti pada gambar di atas.
Menggunaan menu drop/down pada kendali hue/saturation memungkinkan anda untuk mengurangi maupun menaikkan tingkat saturasi pada masing-masing warna.
10. Menggunakan apertur yang berbeda
Bereksperimen dengan nilai apertur yang berbeda dan menyempurnakan teknik fotograpi anda dapat menghasilkan gambar yang menarik minat orang-orang yang melihatnya.
Begitu anda dapat mengendalikan apertur dari lensa anda dan memilih area mana yang ingin anda fokuskan, anda dapat menarik mata orang-orang ke dalam bingkai.
Dengan menguasai seni dari penggunaan apertur, anda dapat menajamkan fokus pada bagian yang anda ingin tonjolkan.
Nilai apertur mengendalikan DOF - area yang berada di depan dan belakang subjek yang ingin tetap terlihat tajam. Semakin kecil apertur, semakin luas area yang terlihat tajam dala frame. Hal ini berguna untuk memaksimalkan Dof untuk landscape maupun macro.
Semakin lebar apertur, semakin sempit Dof yang akan dihasilkan. Hal ini berguna untuk mengaburkan latar belakang yang mengganggu pada foto portrait.
Bila anda bekerja pada apertur lebar dan menghasilkan area tajam yang sempit, anda harus benar-benar mendapatkan fokus yang pas, bila tidak seluruh gambar akan terlihat soft. Hal ini biasanya terjadi pada foto close-up, dimana Dof, meskipun pada apertur yang kecil, hanya berukuran beberapa milimeter.
Anda dapat memanfaatkan hal ini untuk keuntungan anda. Sebutannya Selective Focus, dimana area yang tajam berada diantara area yang blur, sehingga perhatian akan langsung tertuju kepada subjek.
Agar lebih efektif, anda membutuhkan lensa tele yang akan mengkompres sudut pandang dan melembutkan foreground dan background, sehingga menghasilkan efek yang berlapis.
Apertur lebar sangat bagus untuk mengaburkan background, namun hal ini tidak cukup bila backgroundnya tidak terlalu jauh dari subjek. Selalu pertimbangkan backgroundnya dan gunakan tombol Dof preview (bila tersedia) di kamera bila anda memotret tidak menggunakan apertur terlebar dari lensa.




No comments:
Post a Comment